Benarkah Diabetes Bisa Mengurangi Fungsi Otak?
Close
Diabetes 6/11/2020

Benarkah Diabetes Bisa Mengurangi Fungsi Otak?

Benarkah Diabetes Bisa Mengurangi Fungsi Otak?

Sahabat Sehat, jika Anda menderita diabetes, kondisi tersebut memengaruhi semua bagian tubuh Anda, termasuk kemampuan tubuh sembuh dari luka, dan tingkat energi Anda. Tak bisa dimungkiri, otak juga termasuk bagian yang bisa terserang penyakit ini.

Jika diabetes tidak terkontrol, otak akan mengalami kerusakan yang menyulitkan Anda berkegiatan sehari-hari. Untuk itu, simak penjelasan berikut untuk memahami lebih jauh bagaimana mengontrol kadar gula darah tetap normal bisa membantu meningkatkan kemampuan otak Anda.

Lonjakan gula darah memengaruhi kinerja otak

Glukosa adalah sumber bahan bakar utama agar tubuh bisa berfungsi dengan baik. Pankreas menghasilkan insulin untuk mengubah glukosa dari makanan menjadi energi. Pada orang yang resistensi insulin, sel tidak merespons insulin dengan baik, sehingga pankreas memproduksi lebih banyak hormon. Akhirnya, pankreas gagal untuk bekerja semestinya. Tanpa respons insulin, kadar gula dalam aliran darah meningkat, yang bisa merusak ginjal dan organ lain, termasuk otak.

Bertanggung jawab atas sekitar dua persen dari berat badan manusia, otak mengonsumsi sekitar 25 persen glukosa tubuh, sehingga pada dasarnya, glukosa atau gula sangat dibutuhkan untuk menjaga otak berfungsi normal.

Namun, kelebihan kadar glukosa berbahaya bagi kerja otak. Penelitian menunjukkan bahwa pasien diabetes tipe 2 mengalami penurunan volume otak sebanyak 0,5-2 persen dibandingkan orang tanpa diabetes, yang setara dengan 2-5 tahun penuaan secara normal. Jika terjadi terus menerus selama jangka panjang, kondisi ini bisa memicu demensia dan penyakit Alzheimer.

Saat terlalu banyak gula dalam darah, gula menempel pada protein dan membuatnya lengket. Seiring waktu, kelebihan gula tersebut berkontribusi pada penyempitan pengerasan arteri. Karena otak bergantung pada arteri untuk mendapatkan oksigen dan nutrisi, ketika arteri terganggu, otak pun ikut terganggu.

Baca juga: Normal Baru, Ini Manfaat Pemanis Sukralosa sebagai Pengganti Gula Diabetesi 

Gula darah rendah juga berbahaya

Ahli menekankan bahwa penderita diabetes wajib fokus terhadap pengendalian gula darah di kadar normal, karena terlalu rendah juga berbahaya. Gula darah rendah atau hipoglikemia juga bisa memengaruhi fungsi otak, seperti penurunan kemampuan untuk fokus dan mengingat. Pada kasus tingkat lanjut, bisa memengaruhi risiko demensia.

Keadaan ini bisa membuat penderita diabetes kesulitan dalam mengelola perawatan atau pengobatan, yang berpotensi membuat kadar gula darah semakin tak terkendali.

Keuntungan kontrol gula darah terhadap otak

Sahabat Sehat, penderita diabetes yang membiarkan kondisi obesitas mereka berisiko mengalami penurunan kemampuan otak yang tak bisa ditarik mundur. Jadi, sebelum kehilangan sebagian fungsi salah satu organ terpenting ini, tetaplah disiplin untuk menjaga kadar gula darah Anda.

Jagalah pola makan, aktif secara fisik, dan kelola stres dengan baik. Batasi makanan dan minuman tinggi gula, pilih sumber karbohidrat, protein, dan lemak yang sehat. Diabetasol Powder Nutrition memudahkan Anda dalam menjaga pola makan sambil tetap memenuhi nutrisi harian.

Diabetasol mengandung karbohidrat lepas lambat dan tinggi serat serta dilengkapi oleh protein, omega-3, vitamin A, C, D, E dan zinc yang membantu menjaga gula darah.

Satu gelas Diabetasol Powder Nutrition mengandung 260 kkal, setara dengan kebutuhan jumlah kalori sarapan pagi atau malam sebelum tidur untuk membantu mengatur jadwal makan Anda.

Barengi juga dengan olahraga rutin selama 30 menit selama lima hari seminggu, serta lakukan kegiatan untuk mengatasi stres seperti melakukan hobi, meditasi, dan menghabiskan waktu dengan orang terdekat. Pastinya Anda tak mau kan, kehilangan memori manis bersama mereka? Yuk, jaga gula darah dari sekarang!

Baca juga: Ternyata, Berkebun Sangat Bermanfaat bagi Kesehatan Penderita Diabetes

Sumber :

brainandlife.org

healthshots.com