Close
News And Articles 3/07/2025

Berapa Kadar Gula Darah Normal bagi Orang Dewasa?

Terakhir diperbarui 10 Sep 2026
Berapa Kadar Gula Darah Normal bagi Orang Dewasa?

 

Ringkasan: 

  • Cek gula darah membantu Anda mengetahui kondisi gula darah, baik melalui pemeriksaan saat puasa, TTGO, maupun HbA1c.

  • Gula darah yang terlalu tinggi dan tidak terkontrol dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko komplikasi diabetes.

  • Menjaga pola makan, rutin beraktivitas, cukup tidur, dan mengelola stres dapat membantu menjaga gula darah tetap terkendali.

 

Kadar glukosa darah adalah jumlah glukosa yang terdapat dalam aliran darah pada waktu tertentu. Mengetahui kadar gula darah normal penting untuk membantu mengenali jika kadar gula darah terlalu tinggi atau terlalu rendah sehingga dapat dilakukan langkah penanganan yang tepat.

Pada orang dewasa yang sehat, kadar gula darah saat puasa umumnya berada di bawah 100 mg/dL setelah tidak makan atau minum berkalori selama minimal 8 jam. Sementara itu, kadar gula darah 2 jam setelah Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO) yang berada di bawah 140 mg/dL termasuk dalam kategori normal. Angka tersebut dapat berbeda tergantung pada jenis pemeriksaan, kondisi kesehatan, usia, dan tujuan pemeriksaan.

Kadar glukosa darah dapat diperiksa dalam beberapa kondisi, seperti saat puasa, melalui TTGO, maupun secara sewaktu. Hasil pemeriksaan juga dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk aktivitas fisik, jenis makanan, kondisi kesehatan, dan penggunaan obat-obatan.

Secara umum, kriteria kadar gula darah untuk orang dewasa tidak dibedakan antara wanita dan pria.

BACA JUGA: Lonjakan Gula Darah Setelah Makan, Normal atau Perlu Diwaspadai?

Berapa Kadar Gula Darah Normal?

Sebagai gambaran, berikut ini kisaran kadar gula darah berdasarkan hasil pemeriksaan. Nilai ini digunakan sebagai acuan umum untuk membantu mengetahui apakah seseorang termasuk dalam kategori normal, prediabetes, atau diabetes.

Kategori

HbA1c (%)

Glukosa Darah Puasa (mg/dL)

Glukosa Plasma 2 Jam setelah TTGO (mg/dL)

Gula Darah Sewaktu (mg/dL)*

Diabetes

≥ 6,5

≥ 126

≥ 200

≥ 200

Prediabetes

5,7–6,4

100–125

140–199

Normal

< 5,7

70–99

70–139

*Disertai keluhan khas gula darah tinggi (krisis hiperglikemia).
Pada orang yang mengalami gejala khas gula darah tinggi, seperti sering buang air kecil, sering merasa haus, dan berat badan turun tanpa sebab yang jelas, kadar gula darah sewaktu ≥ 200 mg/dL sudah dapat digunakan untuk membantu menegakkan diagnosis diabetes.

Perlu diingat, hasil pemeriksaan sebaiknya dikonsultasikan dengan tenaga medis. Diagnosis diabetes tidak hanya berdasarkan hasil pemeriksaan, tetapi juga mempertimbangkan gejala dan kondisi kesehatan secara keseluruhan. Jika tidak terdapat gejala khas diabetes, hasil pemeriksaan yang menunjukkan diabetes umumnya perlu dikonfirmasi melalui pemeriksaan ulang atau pemeriksaan lain yang sesuai.

BACA JUGA: 7 Cara Menikmati Dessert Tanpa Khawatir Lonjakan Gula Darah

Bagaimana Cara Cek Gula Darah?

Pengecekan gula darah dapat dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut glukometer. Dengan alat ini, seseorang dapat memantau kadar gula darah pada waktu tertentu.

Glukometer digunakan dengan mengambil sedikit sampel darah, biasanya dari ujung jari, kemudian meneteskannya pada strip tes. Setelah itu, glukometer akan mengukur sampel darah tersebut hingga hasil pemeriksaan muncul.

Selain menggunakan glukometer, terdapat juga pemeriksaan HbA1c yang sering digunakan dalam diagnosis dan pemantauan diabetes.

HbA1c adalah tes darah yang mengukur rata-rata kadar gula darah selama sekitar 2–3 bulan terakhir. Pemeriksaan ini memberikan gambaran kadar gula darah dalam jangka waktu yang lebih panjang dibandingkan pemeriksaan menggunakan glukometer yang menunjukkan kadar gula darah pada saat pemeriksaan.

Bagi penderita diabetes, pengecekan gula darah perlu dilakukan secara berkala sesuai kondisi dan anjuran tenaga medis. Pada sebagian penderita diabetes, pemeriksaan dapat dilakukan beberapa kali dalam sehari. Pengecekan ini dapat membantu memantau kadar gula darah serta melihat respons tubuh terhadap pola makan, aktivitas fisik, dan pengobatan.

Selain itu, pengecekan gula darah secara berkala dapat membantu mengetahui apakah kadar gula darah sudah sesuai dengan target. Jika hasil pemeriksaan berada di luar target, Anda dapat berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

BACA JUGA: Kasus Diabetes di Anak Muda Meningkat di Indonesia, Bagaimana Pola Hidup Sehat yang Tepat?

Komplikasi Diabetes Akibat Gula Darah Tinggi

Menjaga kadar gula darah tetap terkendali penting dilakukan, terutama bagi penderita diabetes, untuk membantu mencegah atau menunda berbagai komplikasi.

Gula darah yang terlalu tinggi dapat menimbulkan berbagai keluhan, seperti sering buang air kecil, rasa haus berlebihan, mudah lelah, dan gangguan penglihatan. Jika kadar gula darah tinggi tidak terkontrol dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko berbagai komplikasi serius.

Di sisi lain, gula darah yang terlalu rendah atau hipoglikemia juga dapat menimbulkan berbagai gejala, seperti tubuh gemetar, sulit berkonsentrasi, lemas, dan rasa lapar. Hipoglikemia yang berat dapat menyebabkan kebingungan, kejang, hingga kehilangan kesadaran dan membutuhkan penanganan segera.

Contoh komplikasi diabetes yang dapat terjadi akibat kadar gula darah tinggi yang tidak terkontrol dalam jangka panjang meliputi:

  • Kerusakan saraf

  • Penyakit ginjal

  • Penyakit jantung dan pembuluh darah

  • Gangguan pada retina

  • Stroke

Bagaimana Cara Menjaga Gula Darah Normal?

Cara Menjaga Gula Darah Normal

 

Menjaga kadar gula darah tetap terkendali merupakan bagian penting dalam pengobatan dan pengelolaan diabetes. Oleh karena itu, penderita diabetes perlu mengetahui target gula darah yang sesuai dengan kondisinya agar dapat membantu mencegah komplikasi.

Berikut cara-cara menjaga gula darah tetap terkendali yang dapat dilakukan:

  • Praktikkan Pola Makan Sehat

Pola makan sehari-hari perlu dipenuhi dengan asupan yang sehat dan bergizi seimbang. Misalnya, mengonsumsi makanan tinggi serat seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh sebagai bagian dari pola makan sehat dapat membantu mengelola kadar gula darah.

  • Kontrol Porsi Makan

Mengontrol porsi makan merupakan salah satu cara untuk mengatur asupan kalori. Bagi orang yang memiliki kelebihan berat badan, penurunan berat badan dapat memberikan manfaat dalam membantu mengendalikan kadar gula darah.

BACA JUGA: Waspada, Ini Jenis Makanan Penyebab Gula Darah Tinggi

  • Berolahraga Secara Teratur

Olahraga secara teratur menawarkan banyak manfaat bagi kesehatan, termasuk membantu menjaga berat badan dan meningkatkan sensitivitas insulin. Saat berolahraga, otot menggunakan lebih banyak glukosa sebagai sumber energi. Aktivitas fisik juga dapat membantu tubuh menggunakan insulin dengan lebih efektif sehingga membantu pengendalian kadar gula darah.

BACA JUGA: 8 Langkah Mudah Memulai Hidup Sehat untuk yang Super Sibuk

  • Perbanyak Minum Supaya Tetap Terhidrasi

Minum air putih yang cukup penting untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Selain membantu mencegah dehidrasi, asupan cairan yang cukup juga mendukung fungsi ginjal. Saat kadar gula darah sangat tinggi, tubuh dapat membuang lebih banyak glukosa melalui urine sehingga cairan yang keluar dari tubuh juga meningkat. Oleh karena itu, pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik.

  • Kelola Stres

Saat seseorang mengalami stres, tubuh akan memberikan respons alami fight or flight yang memicu pelepasan hormon stres dan meningkatkan pelepasan glukosa ke dalam aliran darah sebagai sumber energi untuk menghadapi situasi yang dianggap mengancam.

Dalam kondisi tertentu, stres dapat menurunkan nafsu makan, tetapi pada sebagian orang justru memicu keinginan untuk makan lebih banyak, terutama comfort food yang umumnya tinggi kalori, gula, dan lemak.

Kebiasaan makan berlebihan saat stres dapat berhubungan dengan peningkatan kadar gula darah dan penumpukan lemak di area perut. Oleh karena itu, mengelola stres dan menjaga pola makan tetap sehat merupakan bagian penting dari pola hidup sehat.

BACA JUGA: Benarkah Stres Dapat Memicu Gula Darah Naik? Ini Penjelasannya

  • Tidur yang Cukup

Kurang tidur dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam mengatur gula darah. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa durasi dan kualitas tidur berperan dalam metabolisme, baik pada orang sehat maupun penderita diabetes tipe 2. Selain itu, tidur kurang dari 7 jam per malam juga dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes.

Kurang tidur dapat meningkatkan produksi hormon stres seperti kortisol, mengganggu kerja insulin, serta memengaruhi ritme sirkadian yang berperan dalam metabolisme glukosa. Kondisi ini juga dapat membuat seseorang lebih mudah merasa lapar, memilih makanan tinggi gula atau lemak, dan kurang aktif bergerak sehingga dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kenaikan gula darah.

BACA JUGA: Apa Hubungan Kualitas Tidur Buruk dengan Gula Darah?

Yuk Kontrol Gula Darah bersama Diabetasol

Memperhatikan asupan nutrisi menjadi salah satu bagian penting dalam membantu menjaga kadar gula darah tetap terkendali.

Diabetasol menawarkan solusi nutrisi lengkap untuk memulai hari Anda melalui Diabetasol Milk yang bergizi seimbang untuk mendukung pengelolaan gula darah. Diabetasol Milk memiliki indeks glikemik rendah (IG = 44) dan mengandung isomaltulosa, yaitu karbohidrat lepas lambat. Diabetasol Milk juga tinggi vitamin A, C, dan E serta merupakan sumber zinc untuk membantu menjaga daya tahan tubuh. 

Bagi Anda yang ingin menikmati rasa manis tanpa menambah asupan kalori dari gula, Nulife Sweetener dapat menjadi pilihan untuk ditambahkan pada makanan atau minuman. Sebagai alternatif pengganti gula, Nulife Sweetener merupakan pemanis zero calorie dengan rasa manis yang pas.

Nulife

Untuk camilan yang lezat dan praktis, Nulife Wafer dengan cokelat asli dapat menjadi pilihan di sela aktivitas. Nulife Wafer merupakan camilan rendah kalori, tanpa gula, dan tinggi serat dengan kalori terkontrol, yaitu 90 kkal per sajian.

Mulailah menjaga kesehatan tubuh dengan menerapkan pola makan sehat, rutin beraktivitas, dan memperhatikan asupan nutrisi sehari-hari. Rangkaian produk Diabetasol dapat menjadi bagian dari pilihan nutrisi untuk mendukung gaya hidup sehat dan membantu menjaga gula darah tetap terkendali.

Temukan juga tips gaya hidup sehat lainnya di halaman Artikel Diabetasol atau konsultasi langsung melalui kontak resmi. Anda juga bisa mencoba Cek Risiko Diabetes untuk mengetahui faktor risiko diabetes secara mandiri.

Pada akhirnya, menjaga kadar gula darah tetap terkendali bukan berarti Anda harus membatasi diri secara berlebihan atau menghindari semua hal yang terasa menyenangkan. Kuncinya ada pada keseimbangan, pemahaman, dan pilihan yang lebih bijak setiap hari.

Dengan dukungan nutrisi yang tepat dan gaya hidup sehat, Anda tetap bisa menikmati hidup dengan lebih tenang. Jadi, tak perlu ragu untuk menjalani hari dengan lebih santai. Enjoy Aja, Why Not? Kan Ada DIA yang siap menemani langkah Anda dalam menjaga kadar gula darah.

 

Referensi

  1. American Diabetes Association Professional Practice Committee for Diabetes. (2026). 2. Diagnosis and classification of diabetes: Standards of Care in Diabetes—2026. Diabetes Care, 49(Supplement_1), S27–S49. https://doi.org/10.2337/dc26-S002

  2. American Diabetes Association Professional Practice Committee for Diabetes. (2026). 5. Facilitating positive health behaviors and well-being to improve health outcomes: Standards of Care in Diabetes—2026. Diabetes Care, 49(Supplement_1), S89–S131. https://doi.org/10.2337/dc26-S005

  3. World Health Organization. (2024, November 14). Diabetes. https://www.who.int/en/news-room/fact-sheets/detail/diabetes

  4. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. (n.d.). Managing diabetes. National Institutes of Health. https://www.niddk.nih.gov/health-information/diabetes/overview/managing-diabetes

  5. American Diabetes Association Professional Practice Committee for Diabetes. (2026). 3. Prevention or delay of diabetes and associated comorbidities: Standards of Care in Diabetes—2026. Diabetes Care, 49(Supplement_1), S50–S60. https://doi.org/10.2337/dc26-S003

  6. Liu, H., Zhu, H., Lu, Q., Ye, W., Huang, T., Li, Y., Li, B., Wu, Y., Wang, P., Chen, T., Xu, J., & Ji, L. (2025). Sleep features and the risk of type 2 diabetes mellitus: A systematic review and meta-analysis. European Journal of Clinical Investigation, 57(1), e14422. https://doi.org/10.1080/07853890.2024.2447422

Konsultasi Diabetes

Konsultasi Diabetes

Temukan solusi bersama ahli.