Ringkasan:
Hipoglikemia adalah kondisi ketika kadar gula darah di bawah 70 mg/dL. Kondisi ini perlu diwaspadai, terutama pada diabetesi yang menggunakan insulin atau obat tertentu, serta dapat dipicu oleh kurang makan, terlambat makan, atau aktivitas fisik yang lebih berat dari biasanya.
Gejalanya dapat berupa berkeringat, gemetar, lapar, pusing, jantung berdebar, dan sulit berkonsentrasi. Jika tidak segera ditangani, hipoglikemia dapat menyebabkan kebingungan, kejang, hingga kehilangan kesadaran.
Hipoglikemia perlu segera ditangani dengan sekitar 15 gram karbohidrat yang bekerja cepat pada orang yang masih sadar dan dapat menelan dengan aman. Pencegahannya dilakukan dengan mengikuti anjuran pengobatan, menjaga jadwal makan, dan menyesuaikan aktivitas fisik.
Diabetes atau kencing manis identik dengan kadar gula darah yang tinggi. Namun, diabetesi juga dapat mengalami kadar gula darah yang terlalu rendah atau hipoglikemia. Kondisi ini dapat terjadi akibat penggunaan obat atau insulin tertentu, terutama jika tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh.
Kadar gula darah dikatakan rendah atau mengalami hipoglikemia jika berada di bawah 70 mg/dL. Kondisi ini perlu segera ditangani, terutama jika kadar gula darah turun hingga di bawah 54 mg/dL karena risiko munculnya gangguan fungsi otak dan gejala yang lebih berat semakin meningkat.
Batas 70 mg/dL berlaku sebagai acuan hipoglikemia, terlepas dari waktu pemeriksaan. Oleh karena itu, kadar gula darah sebelum makan, setelah makan, maupun sewaktu tidak digunakan untuk menentukan apakah seseorang mengalami hipoglikemia berdasarkan rentang normalnya.
Ingat, gula darah rendah bukanlah tujuan pengobatan diabetes. Pengelolaan diabetes bertujuan menjaga kadar gula darah dalam target yang telah ditentukan bersama tenaga kesehatan sekaligus mencegah terjadinya hipoglikemia.
BACA JUGA: Waspadai Efek Gula Darah Rendah pada Tubuh Anda!
Hipoglikemia dapat terjadi pada orang dengan maupun tanpa diabetes. Pada diabetesi, kondisi ini paling sering berkaitan dengan penggunaan insulin atau obat diabetes tertentu. Selain itu, terlambat atau melewatkan makan, asupan makanan yang tidak mencukupi, serta aktivitas fisik yang lebih berat dari biasanya juga dapat meningkatkan risiko hipoglikemia.

Image: Magnific
Beberapa penyebab dan faktor yang dapat meningkatkan risiko gula darah rendah yang perlu diwaspadai, yaitu:
Insulin dan beberapa jenis obat diabetes dapat menyebabkan kadar gula darah turun terlalu rendah. Risiko hipoglikemia dapat meningkat jika dosis obat atau insulin terlalu tinggi atau penggunaannya tidak disesuaikan dengan asupan makanan dan aktivitas fisik. Oleh karena itu, gunakan obat dan insulin sesuai dengan anjuran dokter dan jangan mengubah dosis tanpa berkonsultasi terlebih dahulu.
Bukan cuma obat diabetes dan insulin yang dapat memengaruhi kadar gula darah, melainkan juga beberapa jenis obat lainnya. Salah satu contohnya yaitu obat tekanan darah tinggi golongan beta-blocker yang dapat menyamarkan beberapa gejala gula darah rendah sehingga kondisi tersebut lebih sulit dikenali.
Durasi puasa terlalu lama atau gangguan makan seperti anoreksia dapat membuat tubuh kekurangan asupan energi dan meningkatkan risiko hipoglikemia.
Penyebab gula darah rendah ini rentan terjadi pada orang yang berolahraga dengan durasi dan atau intensitas terlalu tinggi, terutama pada diabetesi yang menggunakan insulin atau obat tertentu. Aktivitas fisik yang lebih berat dari biasanya dapat membuat kadar gula darah turun terlalu rendah.
Gangguan kesehatan pankreas juga dapat menyebabkan gula darah turun terlalu rendah. Salah satunya adalah insulinoma, yaitu tumor langka pada pankreas yang dapat menghasilkan terlalu banyak insulin. Kondisi ini menyebabkan gula darah turun secara berlebihan.
Sering Terlambat Makan
Kebiasaan yang kerap dianggap sepele ini juga bisa menjadi penyebab gula darah rendah. Jika Anda sering terlambat atau melewatkan waktu makan, kadar gula darah dapat turun dan meningkatkan risiko hipoglikemia, terutama jika Anda menggunakan insulin atau obat diabetes tertentu.
Salah satu dampak negatif alkohol bagi tubuh adalah menghambat kemampuan hati untuk melepaskan glukosa ke dalam darah. Itulah sebabnya konsumsi alkohol, terutama dalam jumlah banyak atau tanpa disertai makanan yang cukup, dapat meningkatkan risiko gula darah rendah.
Masalah gula darah rendah juga bisa terjadi akibat gangguan hormon, seperti penyakit Addison atau insufisiensi adrenal. Kondisi ini dapat menyebabkan tubuh kekurangan hormon yang berperan dalam membantu mempertahankan kadar gula darah.
Baca Juga: Penyebab Kadar Gula Darah Sering Naik Turun

Selain mengenal penyebab kadar gula darah rendah, sebaiknya Anda juga memahami tanda-tandanya agar bisa segera melakukan penanganan yang tepat. Beberapa gejala yang dapat muncul saat mengalami hipoglikemia, antara lain:
Wajah tampak pucat.
Berkeringat lebih banyak dari biasanya.
Sakit kepala, pusing, atau kelelahan.
Merasa lapar.
Jantung berdebar atau berdetak lebih cepat.
Sulit berkonsentrasi.
Kesemutan di sekitar mulut, seperti pada bibir atau lidah.
Penglihatan menjadi kabur.
Jika kadar gula darah terus menurun dan tidak segera ditangani, dapat muncul gejala yang lebih serius, seperti:
Sulit melakukan koordinasi gerakan.
Linglung atau kebingungan.
Mengalami perubahan perilaku.
Kejang.
Kehilangan kesadaran hingga koma.
BACA JUGA: Ketahui Perbedaan Ciri-Ciri Gula Darah Rendah & Gula Darah Tinggi
Jika kadar gula darah berada di bawah 70 mg/dL, kondisi ini perlu segera ditangani. Pada orang yang masih sadar dan dapat menelan dengan aman, beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu meningkatkan kadar gula darah, yaitu:
Konsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula, seperti permen dan cokelat.
Minum larutan air gula dengan mencampurkan 2 sendok makan gula pasir ke dalam segelas air putih. Jika setelah 15 menit keluhan hipoglikemia masih ada, konsumsi kembali larutan air gula.
Setelah kadar gula darah kembali normal, konsumsi makanan utama atau selingan yang mengandung karbohidrat.

Setelah mengetahui kadar gula darah rendah dan berhasil mengatasinya, selanjutnya Anda perlu lebih cermat dalam menjalani pola hidup sehat. Diabetesi perlu mengatur asupan karbohidrat sesuai dengan kebutuhan tubuh agar kadar gula darah senantiasa stabil. Ketika kadar gula darah sudah kembali normal, lanjutkan pola hidup sehat tersebut dengan mengatur pola makan secara teratur.
Jika kebutuhan karbohidrat sudah terpenuhi dari makanan utama, diabetesi dapat memilih camilan yang sesuai dengan kebutuhan dan pola makan yang dianjurkan agar asupan karbohidrat dan kalori tetap terkontrol.

Jangan ragu mengonsumsi camilan yang rendah kalori sebagai menu selingan, seperti Nulife Wafer. Snack yang dibuat dengan cokelat asli ini dapat menjadi pilihan bagi diabetesi karena mengandung 0 gram gula dan tinggi serat pangan. Jadi, Nulife Wafer cocok dinikmati sebagai camilan yang lebih sehat setiap hari.
Ingatlah selalu bahwa makanan yang tepat dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap terkendali dan mengurangi risiko komplikasi diabetes maupun kadar gula darah rendah.
Referensi:
American Diabetes Association Professional Practice Committee for Diabetes. (2026). 6. Glycemic goals, hypoglycemia, and hyperglycemic crises: Standards of Care in Diabetes—2026. Diabetes Care, 49(Supplement_1), S132–S149. https://doi.org/10.2337/dc26-S006
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. (n.d.). Low blood glucose (hypoglycemia). National Institutes of Health.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022, August 3). Mengenal hipoglikemia pada diabetes mellitus. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan.
Rayas, M. S., & Salehi, M. (2024). Non-diabetic hypoglycemia. In K. R. Feingold, R.