Close
News And Articles 29/09/2026

Mengenal Apa Itu GLP-1 dan Peran Inulin Bagi Tubuh?

Mengenal Apa Itu GLP-1 dan Peran Inulin Bagi Tubuh?

Pernahkah Anda mendengar tentang GLP-1? Hormon yang satu ini diproduksi oleh usus setelah kita makan dan memiliki peran penting dalam membantu tubuh mengatur gula darah serta respons insulin.

Menariknya, respons GLP-1 dapat dipengaruhi oleh apa yang kita konsumsi, termasuk jenis serat tertentu. Salah satunya adalah inulin, yaitu serat pangan yang dapat difermentasi oleh bakteri di dalam usus.

Apa Hubungan Inulin dengan GLP-1?

Berbeda dengan sebagian besar zat gizi yang dicerna dan diserap di usus, inulin tidak dicerna oleh tubuh. Serat ini kemudian mencapai usus besar dan difermentasi oleh bakteri usus.

Dalam proses tersebut, terbentuk Short-Chain Fatty Acids (SCFA) atau asam lemak rantai pendek. SCFA dapat merangsang sel L di usus untuk menghasilkan GLP-1. Inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa inulin menarik untuk diteliti dalam kaitannya dengan GLP-1.

BACA JUGA: Isomaltulosa dan GLP-1: Bagaimana Karbohidrat yang Dicerna Lebih Lambat Memengaruhi Respons Tubuh Setelah Makan?

Apa yang Ditemukan dalam Penelitian?

Sebuah penelitian pada 26 pria sehat berusia 20 tahun atau lebih melihat pengaruh konsumsi susu kedelai yang diperkaya inulin dan fitosterol selama 8 minggu.

Peserta dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok mengonsumsi susu kedelai yang mengandung 10 gram inulin dan 2 gram fitosterol per hari, sedangkan kelompok lainnya mengonsumsi susu kedelai standar.

Sebelum dan setelah 8 minggu, peserta menjalani tes toleransi glukosa oral. Setelah mengonsumsi 75 gram glukosa, kadar glukosa, insulin, dan GLP-1 diukur selama 2 jam untuk melihat bagaimana tubuh merespons glukosa.

GLP-1 meningkat setelah 8 minggu

Hasilnya cukup menarik. Pada kelompok yang mengonsumsi susu kedelai dengan inulin dan fitosterol, kadar GLP-1 saat puasa meningkat secara signifikan, dari 43,50 menjadi 49,90 pg/mL.

Ini setara dengan peningkatan sekitar 14,7%.

Tidak hanya kadar GLP-1 saat puasa, respons total GLP-1 selama tes toleransi glukosa juga meningkat secara signifikan. Nilai AUC GLP-1 meningkat dari 107,97 menjadi 119,03 pg×jam/mL, atau sekitar 10,25%.

AUC (area under the curve) merupakan gambaran respons total suatu zat selama periode pengukuran. Dalam penelitian ini, AUC digunakan untuk melihat respons GLP-1, insulin, dan glukosa selama 2 jam pemeriksaan.

Bagaimana dengan Insulin dan Gula Darah?

Meskipun respons insulin meningkat secara angka setelah intervensi, peningkatan tersebut belum signifikan secara statistik. Begitu pula dengan respons glukosa. Tidak ditemukan perubahan yang signifikan setelah 8 minggu.

Jadi, peningkatan GLP-1 yang terlihat dalam penelitian ini tidak disertai perubahan signifikan pada respons insulin maupun glukosa.

Mengapa Inulin Dapat Berhubungan dengan Peningkatan GLP-1?

Salah satu penjelasan yang mungkin adalah peran mikrobiota usus.

Inulin → difermentasi bakteri usus → menghasilkan SCFA → merangsang sel L → GLP-1

Namun, perlu diperhatikan bahwa penelitian ini tidak mengukur SCFA secara langsung. Karena itu, mekanisme tersebut masih merupakan dugaan berdasarkan penelitian sebelumnya, bukan sesuatu yang dibuktikan secara langsung dalam penelitian ini.

Selain itu, penelitian menggunakan inulin dan fitosterol secara bersamaan, sehingga belum dapat diketahui apakah peningkatan GLP-1 berasal dari inulin, fitosterol, atau kombinasi keduanya.

Apa yang dapat kita pelajari?

Penelitian ini memberikan gambaran bahwa konsumsi susu kedelai yang diperkaya 10 gram inulin dan 2 gram fitosterol per hari selama 8 minggu dapat meningkatkan kadar GLP-1 saat puasa dan respons total GLP-1 pada pria sehat.

Temuan ini menarik karena GLP-1 merupakan salah satu hormon yang berperan dalam pengaturan respons tubuh setelah makan.

Namun, hasil penelitian ini belum menunjukkan bahwa konsumsi tersebut dapat menurunkan gula darah, karena respons glukosa tidak mengalami perubahan yang signifikan.

Dengan demikian, penelitian ini lebih tepat dipahami sebagai bukti adanya peningkatan respons GLP-1, bukan sebagai bukti efek penurunan gula darah.

 

Referensi

  • Kietsiriroje, N., Kanjanahirun, K., Kwankaew, J., Ponrak, R., & Soonthornpun, S. (2018). Phytosterols and inulin-enriched soymilk increases glucagon-like peptide-1 secretion in healthy men: double-blind randomized controlled trial, subgroup study. BMC research notes, 11(1), 844. https://doi.org/10.1186/s13104-018-3958-5

Konsultasi Diabetes

Konsultasi Diabetes

Temukan solusi bersama ahli.