Medically Reviewed by: dr. Adeline Devita, AIFO-K - Health Communicator Kalbe Nutritionals
Ringkasan:
Pola tidur yang baik dan berkualitas merupakan salah satu kunci penting dalam menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. Orang dewasa umumnya membutuhkan waktu tidur sekitar 7-9 jam per hari agar tubuh dapat berfungsi optimal. Sayangnya, banyak orang masih mengabaikan hal ini, padahal kurang tidur dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, mulai dari obesitas hingga diabetes.
Tidur yang cukup tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan fisik, tetapi juga mental, seperti meningkatkan produktivitas, daya tahan tubuh, dan suasana hati. Sebaliknya, kurang tidur dapat memengaruhi keseimbangan hormon, meningkatkan rasa lapar, serta mendorong kebiasaan konsumsi makanan tinggi gula dan lemak.
Untuk mendapatkan tidur yang nyenyak dan berkualitas, penting untuk menerapkan kebiasaan sehat seperti menjaga jadwal tidur yang konsisten, menciptakan lingkungan tidur yang nyaman, menghindari kafein sebelum tidur, rutin berolahraga, serta mengelola stres. Dengan pola tidur yang baik dan didukung nutrisi yang tepat, tubuh dapat bekerja lebih optimal dan membantu menjaga kestabilan gula darah.
“Saat dewasa, jam tidur yang baik untuk dewasa adalah antara 7-8,5 jam,” -Michelle Drerup, PsyD, DBSM. Itulah pernyataan dari seorang pakar Sleep Disorders Center di Cleveland Clinic. Lalu, bagaimana jika banyak orang yang mengabaikan pola tidur yang baik tersebut?
Tentu dampaknya akan buruk pada kesehatan tubuh. Jadi, penting untuk Anda menerapkan pola tidur berkualitas agar tubuh menjadi bugar dan sehat. Hal terpenting adalah mencegah penyakit seperti insomnia hingga diabetes.
Simak pembahasan tentang pola tidur yang berkualitas berikut ini. Anda juga bisa baca artikel 5 Hal yang Bantu Perbaiki Kualitas Tidur Penderita Diabetes untuk informasi pendukung!
Walaupun sibuk dengan rutinitas sehari-hari wajib memerhatikan pola tidur yang berkualitas dan baik. Mengapa? Karena dampak positif tidur berkualitas tidak main-main. Simak ulasannya berikut ini:
Jika Anda masih menganggap tidur berkualitas tidak penting, sebaiknya berpikir ulang. Hal ini karena dampak kurang tidur yang cukup signifikan bagi kesehatan tubuh.
Beberapa dampak buruk kurang tidur bagi kesehatan adalah:
Berat badan naik (obesitas)
Tubuh tidak berenergi
Risiko diabetes dan penyakit jantung meningkat
Kulit yang terlihat kusam dan lebih tua.
Pola tidur yang baik dan berkualitas memiliki manfaat penting bagi kesehatan tubuh Anda. Tidak hanya soal kesehatan fisik, tidur yang berkualitas juga bermanfaat untuk kesehatan mental.
Beberapa manfaat pola tidur berkualitas adalah:
Meningkatkan produktivitas dan sistem kekebalan tubuh
Meningkatkan suasana hati atau mood booster
Mencegah risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung dan diabetes.
BACA JUGA: 8 Langkah Mudah Memulai Hidup Sehat untuk yang Super Sibuk

Jika Anda sudah tahu dampak buruk dan manfaat dari pola tidur berkualitas, maka selanjutnya Anda harus terapkan cara meningkatkan kualitas tidur. Ada beberapa cara mudah dan praktis yang bisa Anda lakukan.
Salah satunya adalah dengan Ngemil sebelum Tidur untuk Bantu Kadar Gula Darah jadi Stabil. Untuk cara lainnya mari simak berikut ini:
Untuk membentuk pola tidur yang baik, maka Anda wajib menjaga jadwal tidur yang konsisten. Usahakan untuk tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari.
Misalnya, Anda mulai tidur jam 9 malam dan bangun pada jam 5 pagi. Bentuklah jadwal tidur yang baik dan konsisten! Hal ini berlaku saat weekdays maupun weekends. Durasi tidur juga harus diperhatikan.
Secara umum, berikut kebutuhan tidur berdasarkan usia menurut National Sleep Foundation adalah sebagai berikut:
|
Kelompok Usia |
Durasi Tidur yang Dianjurkan |
|
Bayi Baru Lahir atau Newborn (0-3 bulan) |
14-17 jam |
|
Bayi (4-11 bulan) |
12-15 jam |
|
Batita (1-2 tahun) |
11-14 jam |
|
Balita (3-5 tahun) |
10-13 jam |
|
Anak-anak (6-13 tahun) |
9-11 jam |
|
Remaja (14-17 tahun) |
8-10 jam |
|
Dewasa (18-64 tahun) |
7-9 jam |
|
Lansia (≥65 tahun) |
7-9 jam |
Cara kedua adalah menciptakan lingkungan tidur yang membuat rileks dan nyaman. Misalnya, Anda bisa meredupkan lampu dan mematikan semua perangkat elektronik saat ingin tidur.
Lampu yang mati saat tidur juga memiliki manfaat banyak. Misalnya, produksi hormon melatonin yang tinggi dan membuat Anda cepat rileks dan terlelap.
Membentuk pola tidur yang baik berikutnya adalah hindari konsumsi kafein sebelum tidur. Hal ini juga berlaku untuk makanan berlemak ataupun makanan berat. Karena jika Anda mengonsumsi makanan tersebut menjelang tidur, maka waktu tidur akan terganggu.
Lebih baik Anda konsumsi makanan yang mendukung peningkatan kadar hormon serotonin, seperti kacang almond, kacang pistachio, dan sebagainya. Anda juga bisa minum air hangat sebelum tidur untuk membantu merilekskan tubuh.
BACA JUGA: Peran Nutrisi Seimbang untuk Metabolisme Tubuh

Untuk orang yang kesulitan mengatur pola tidur yang berkualitas dan baik, tentu memulai membiasakan diri memang agak sulit. Namun, bukan berarti Anda tidak bisa, bukan?
Semua hanya perlu dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Adapun kebiasaan sehari-hari yang harus mulai Anda terapkan untuk mendapatkan pengalaman tidur yang berkualitas dan baik adalah seperti ini:
Lakukan olahraga secara rutin terbukti ampuh untuk memperbaiki pola tidur. Produksi hormon melatonin meningkat saat Anda rutin berolahraga.
Anda bisa melakukan olahraga apa saja, seperti lari pagi, aerobik, yoga, pilates, dan sebagainya.
Agar manfaat olahraga lebih terasa, Anda bisa meluangkan waktu minimal 30 menit per hari atau 5 kali seminggu.
Namun, perlu Anda perhatikan waktu berolahraga yang tepat. Jangan berolahraga di waktu-waktu mendekati jam tidur.
Salah satu alasan susah tidur adalah stress yang berlebih. Maka dari itu, kelola stress Anda agar kualitas tidur lebih baik. Salah satu cara mudahnya adalah latihan bernapas agar tubuh menjadi lebih rileks dan pola tidur yang baik tercipta.
Cara efektif meregulasi stress juga dapat dilakukan dengan journaling sebelum tidur. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan metode yoga untuk menghilangkan tingkat stress. Semakin rileks otak, maka tubuh jadi mudah rileks dan tidur juga bisa terlelap.
Nah, itulah pembahasan tentang bagaimana cara mengelola pola tidur yang berkualitas. Kurang tidur juga juga cenderung memengaruhi pola makan seseorang. Mereka yang kurang tidur cenderung lebih sering merasa lapar dan memilih makanan tinggi gula atau lemak dan aktivitas fisik cenderung menurun karena tubuh merasa lelah.
Kombinasi antara perubahan hormon, gangguan metabolisme, dan pola hidup yang kurang sehat ini dapat meningkatkan risiko kenaikan gula darah jika berlangsung dalam jangka panjang.

Untuk menjaga kadar gula darah tidak hanya menjaga pola tidur, tetapi juga memenuhi nutrisi yang tepat. Salah satunya dengan mengonsumsi Diabetasol Milk yang diformulasikan sebagai nutrisi lengkap dengan indeks glikemik rendah (GI=44).
Diabetasol Milk diperkaya dengan Vita Digest yang dapat membantu mengurangi lonjakan gula darah setelah makan dan memberikan rasa kenyang lebih lama. Produk ini juga mengandung serat, protein, vitamin A, C, dan E serta Zinc untuk mendukung kebutuhan nutrisi harian. Selain itu, Diabetasol Milk memiliki keunggulan rendah laktosa, tanpa tambahan gula pasir, dan bebas gluten.
Kenali produk Diabetasol di halaman produk atau bisa kunjungi homepage kami langsung. Hubungi kami dan dapatkan produk terbaik untuk menjaga gula darah Anda. Cek risiko diabetes Anda sekarang juga!
Yuk, jaga gula darah tetap stabil dengan langkah sederhana, seperti menjaga kualitas tidur setiap hari. Dengan tidur yang cukup, tubuh dapat berfungsi dengan lebih optimal untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Waktu tidur yang ideal untuk orang dewasa umumnya berkisar antara 7 hingga 9 jam per hari. Durasi ini dibutuhkan agar tubuh memiliki cukup waktu untuk melakukan proses pemulihan dan menjaga fungsi organ tetap optimal.
Kurang tidur dapat berdampak pada berbagai aspek kesehatan, seperti peningkatan berat badan, tubuh terasa lelah, penurunan daya tahan tubuh, hingga meningkatnya risiko penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung.
Tidur berkualitas membantu tubuh memperbaiki sel, menjaga keseimbangan hormon, serta meningkatkan fungsi otak dan sistem imun. Selain itu, tidur yang cukup juga berperan dalam menjaga kestabilan suasana hati dan produktivitas sehari-hari.
Anda dapat mulai dengan menjaga jadwal tidur yang konsisten, yaitu tidur dan bangun di waktu yang sama setiap hari. Selain itu, hindari penggunaan gadget sebelum tidur dan ciptakan suasana kamar yang nyaman agar tubuh lebih mudah rileks.
Ya, kafein dapat mengganggu kualitas tidur karena bersifat stimulan yang membuat tubuh tetap terjaga. Oleh karena itu, sebaiknya hindari konsumsi kafein, terutama menjelang waktu tidur.
Olahraga rutin dapat membantu meningkatkan kualitas tidur karena mendukung produksi hormon yang membuat tubuh lebih rileks. Namun, sebaiknya hindari olahraga terlalu dekat dengan waktu tidur agar tidak mengganggu proses istirahat.
Stres yang berlebihan dapat membuat pikiran sulit rileks sehingga mengganggu proses tidur. Mengelola stres melalui teknik relaksasi, seperti pernapasan atau journaling, dapat membantu meningkatkan kualitas tidur.
Ya, kurang tidur dapat memengaruhi hormon yang mengatur rasa lapar sehingga seseorang cenderung lebih sering merasa lapar dan memilih makanan tinggi gula atau lemak.
Pola tidur yang buruk dapat memengaruhi metabolisme dan keseimbangan hormon, sehingga berpotensi meningkatkan kadar gula darah jika berlangsung dalam jangka panjang.
Beberapa kebiasaan yang bisa diterapkan antara lain menjaga jadwal tidur, menciptakan lingkungan yang nyaman, menghindari kafein, rutin berolahraga, serta mengelola stres dengan baik.
Refrensi
Mayo Clinic. (n.d.). Sleep: How much you need and tips for better rest. Retrieved from Mayo Clinic
Cleveland Clinic. (n.d.). Your complete guide to sleep. Retrieved from Cleveland Clinic
Sleep Foundation. (n.d.). What is healthy sleep? Retrieved from Sleep Foundation
Tempo.co. (2023, March 29). 5 tips untuk kualitas tidur optimal bagi penderita diabetes. Tempo. Retrieved from Tempo.co
CNN Indonesia. (2023, June 6). Sering insomnia? Ini 6 tips tidur lebih baik bagi penderita diabetes. Retrieved from CNN Indonesia
Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat. (n.d.). Mengapa tidur yang cukup sangat penting bagi kesehatan. Retrieved from Dinkes Kalbar