Close
News And Articles 4/03/2026

Sahur Tanpa Nasi, Why Not? Ini Cara Tetap Kenyang dan Jaga Gula Darah Saat Puasa

 Sahur Tanpa Nasi, Why Not? Ini Cara Tetap Kenyang dan Jaga Gula Darah Saat Puasa

Ringkasan: 

  • Sahur tanpa nasi bisa membantu menjaga energi lebih stabil selama puasa.

  • Sahur tinggi karbohidrat berisiko membuat gula darah cepat naik lalu turun drastis.

  • Kombinasi protein, serat, dan lemak sehat membantu rasa kenyang lebih lama.

 

Bagi kebanyakan orang Indonesia, sahur rasanya belum lengkap jika tanpa makan nasi. Tak jarang menambah mie, gorengan, kerupuk supaya “lebih kuat” sampai berbuka. 

Tapi, pernah nggak merasa tetap lapar–bahkan, sebelum dzuhur walaupun katanya sudah makan nasi banyak? 

Saat puasa, tubuh memang membutuhkan energi yang stabil dan gula darah yang terjaga. Artinya, bukan cuma soal kenyang, tapi soal komposisi nutrisinya yang perlu diubah. Bahkan sekarang, sudah banyak umat muslim yang sahur tanpa nasi. Berani mencoba?

Apa yang Terjadi Jika Sahur Tinggi Karbo?

Saat sahur, apabila mengonsumsi menu makanan tinggi karbo maka Anda berpotensi akan mengalami mudah mengantuk saat menjalani hari.

Mengapa demikian?

Kita sepakat bahwa karbohidrat adalah sumber energi. Tubuh memecah karbohidrat menjadi gula yang akan digunakan menjadi bahan bakar.

Namun, kalau dikonsumsi berlebihan, apalagi tanpa protein dan serat yang cukup, karbohidrat akan lebih cepat dipecah menjadi glukosa. Akibatnya:

  • Gula darah naik lebih cepat

  • Tubuh mengeluarkan insulin untuk menurunkannya

  • Gula darah turun kembali dalam waktu singkat

  • Muncul rasa lapar dan lemas lebih cepat, bahkan mengantuk.

Jadi, jangan heran kalau Anda merasa drop sekitar pukul 10.00-12.00 siang. Hal itu terjadi bukan karena puasa, melainkan karena pola makan sahur yang tak seimbang.

BACA JUGA: Ketahui Kebutuhan Karbohidrat Per Hari untuk Diabetesi

Bolehkah Sahur Tanpa Nasi? 

Disclaimer: Sahur tanpa nasi bukan berarti tanpa karbohidrat, karena tubuh tetap membutuhkannya sebagai sumber energi. Yang lebih penting adalah mengatur porsinya, memilih karbohidrat kompleks dibandingkan karbohidrat sederhana, serta mengutamakan makanan dengan indeks glikemik (IG) rendah.

Dibandingkan sahur tinggi karbohidrat sederhana, sahur dengan porsi karbohidrat yang lebih terkontrol serta dikombinasikan dengan serat, protein, dan lemak sehat membantu penyerapan glukosa berlangsung lebih bertahap, sehingga energi tetap stabil selama puasa.

Supaya bisa kenyang lebih lama dan gula darah tetap stabil, tubuh membutuhkan:

  • Karbohidrat Kompleks/Serat

Karbohidrat sederhana, seperti gula pasir, makanan, dan minuman cenderung meningkatkan kadar gula darah lebih cepat. Sebaliknya, karbohidrat kompleks yang berasal dari makanan berserat seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh dapat membantu mengontrol kadar gula darah dengan memperlambat kenaikannya. Serta juga berperan dalam menurunkan kadar lemak darah dan menjaga kesehatan jantung.

  • Protein

Protein tersusun atas asam amino yang berperan penting dalam membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, sekaligus sumber energi ketika karbohidrat tidak tersedia sebagai bahan bakar utama. Sumber protein yang baik antara lain telur, ikan, ayam tanpa kulit, tahu, dan tempe.

  • Lemak 

Lemak dicerna lebih lambat dibandingkan karbohidrat, sehingga membantu memperpanjang rasa kenyang. Lemak juga merangsang pelepasan hormon kenyang seperti GLP-1 dan PYY secara bertahap.

Pilih lemak sehat seperti lemak tak jenuh dari ikan, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Bagi penderita diabetes, konsumsi ikan berlemak dianjurkan minimal 2 kali dalam seminggu.

Ide Menu Sahur Tanpa Nasi yang Praktis

Nggak perlu bingung soal menu sahur tanpa nasi. Kami punya beberapa ide menu sahur tanpa nasi yang praktis dibuat dan tentu saja tetap memberikan rasa kenyang dan menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Berikut beberapa pilihan sahur tanpa nasi yang tetap mengenyangkan dan membantu menjaga kestabilan gula darah:

  • Telur rebus atau omelette + tumis sayur + tahu/tempe

  • Smoothie bowl (pisang, oat, yogurt, madu, chia seed) + telur rebus

  • Fuyunghai + orek tahu tempe + tumis sayur

  • Telur dadar + chicken teriyaki + jus alpukat

  • Beef teriyaki + omelette jamur sosis + tumis brokoli

  • Chicken steak + kentang rebus + buncis

  • Telur kukus daging cincang + oatmeal cookie

Anda bisa berkreasi dengan menu yang paling disukai. Pastikan menu yang dikonsumsi mengandung karbohidrat kompleks, protein, serat, dan lemak baik yang cukup agar nutrisi dapat terpenuhi dan kadar gula tetap terkontrol dengan baik.

BACA JUGA: Mindful Eating: Pengertian, Manfaat, dan Cara Menerapkannya

Lengkapi Sahur dengan Nutrisi Seimbang Bersama Diabetasol Milk

Agar sahur lebih optimal, tubuh membutuhkan kombinasi karbohidrat terkontrol, protein, serat, vitamin, dan mineral.

Diabetasol Milk dapat menjadi pilihan nutrisi lengkap dan seimbang dengan indeks glikemik rendah dan kandungan Vita Digest untuk mengurangi lonjakan gula darah tinggi setelah konsumsi makanan. Konsumsi Diabetasol Milk 2x sehari saat sahur dan setelah berbuka puasa. Bisa disajikan dalam bentuk hangat ataupun dibuat sebagai smoothies.

Berikut keunggulan Diabetasol Milk:

  • Mengandung Isomaltulosa; karbohidrat lepas lambat dengan indeks glikemik rendah (GI =44) yang dapat menjaga kadar gula darah tetap stabil dan memberikan rasa kenyang lebih lama

  • Tinggi Vitamin A,C,E dan Sumber Zinc untuk menjaga daya tahan tubuh

  • Sumber Serat

  • Sumber protein dengan 45% protein whey berkualitas tinggi (lebih mudah dicerna tubuh)

  • Rendah laktosa

  • Tanpa penambahan gula pasir

  • Bebas gluten

Jadi, sahur tanpa nasi? Why Not? Enjoy aja, selama nutrisinya tepat dan seimbang, puasa tetap bisa dinikmati.

 

FAQ

Apakah sahur tanpa nasi bikin cepat lapar?

Tidak, selama kebutuhan energi tetap terpenuhi. Pastikan mengombinasikan karbohidrat dengan protein, serat, dan lemak sehat agar kadar gula darah lebih stabil dan rasa kenyang bertahan lebih lama, dibandingkan hanya mengonsumsi karbohidrat sederhana dalam jumlah banyak.

Apakah sahur tanpa nasi aman untuk semua orang?

Nasi merupakan salah satu sumber karbohidrat yang berperan sebagai penyedia energi bagi tubuh. Sahur tanpa nasi pada umumnya tetap aman selama kebutuhan kalori dan asupan nutrisi harian terpenuhi, karena nasi dapat digantikan dengan sumber karbohidrat lainnya. Apabila Anda mempunyai riwayat penyakit tertentu, sebaiknya konsultasi dengan tenaga kesehatan terlebih dahulu sebelum menjalankan puasa Ramadan.

Apakah tetap perlu makan karbohidrat saat sahur?

Ya. Tubuh tetap membutuhkan karbohidrat sebagai salah satu nutrisi penting. Oleh karena itu, pilihlah karbohidrat kompleks dengan indeks glikemik rendah seperti biji-bijian utuh, nasi merah, roti gandum utuh, dan oatmeal agar energi dapat dilepaskan secara bertahap.

Kapan waktu terbaik minum Diabetasol Milk saat puasa?

Diabetasol Milk dapat dikonsumsi saat sahur dan setelah berbuka untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian.
 

REFERENSI

  1. Lin, P. J., & Borer, K. T. (2016). Third Exposure to a Reduced Carbohydrate Meal Lowers Evening Postprandial Insulin and GIP Responses and HOMA-IR Estimate of Insulin Resistance. PloS one, 11(10), e0165378. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0165378
  2. Gangwisch, J. E., Hale, L., Garcia, L., Malaspina, D., Opler, M. G., Payne, M. E., Rossom, R. C., & Lane, D. (2015). High glycemic index diet as a risk factor for depression: analyses from the Women's Health Initiative. The American journal of clinical nutrition, 102(2), 454–463. https://doi.org/10.3945/ajcn.114.103846
  3. Yao, J., Brugger, V. K., Edney, S. M., Tai, E. S., Sim, X., Müller-Riemenschneider, F., & van Dam, R. M. (2024). Diet, physical activity, and sleep in relation to postprandial glucose responses under free-living conditions: an intensive longitudinal observational study. The international journal of behavioral nutrition and physical activity, 21(1), 142. https://doi.org/10.1186/s12966-024-01693-5
  4. Prakash, K. , Kabadi, M. and Kabadi, U. (2015) Idiopathic Reactive Hypoglycemia: Mechanisms of Onset and Remission with High Protein Low Carbohydrate Diet. Open Journal of Endocrine and Metabolic Diseases, 5, 117-123. doi: 10.4236/ojemd.2015.59015.
  5. Perkumpulan Endokrinologi Indonesia. (2024). Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa di Indonesia 2024 (PB PERKENI, Ed.).
  6. Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI). (2022). Edukasi dasar untuk pasien mellitus diabetes tipe 2 yang menjalani puasa Ramadan. Diakses pada 27 Februari 2026, dari https://pbperkeni.or.id/wp-content/uploads/2022/03/Sinopsis-Tatalaksana-DM-Tipe-2-selama-puasa-Ramadan-PERKENI-2022.pdf
  7. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. (2025). Diakses pada 27 Februari 2026, dari https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/4221/peran-nutrisi-dalam-meningkatkan-kualitas-hidup-penderita-diabetes-melitus
  8. Joslin Diabetes Center. (2021). Effects of Carbs, Protein and Fats on Glucose Levels. Diakses pada 27 Februari 2026, dari https://joslin.org/news-stories/all-news-stories/education/2021/07/carbs-protein-fats
  9. Martinez, M. F., Heneghan, J., Weatherwax, C., Moran, T. H., Burton-Freeman, B., Velmurugan, K., Ordovás, J. M., Bartsch, S. M., Shah, T. D., Lee, J., Booth, S. L., Kleinberg, S., Chin, K. L., de la Haye, K., Dibbs, A., Scannell, S. A., & Lee, B. Y. (2025). Computationally Modeling the Physiologic Impact of the Ratio of Fats to Carbohydrates in the Diet on Intake Among Metabolically Healthy Adults. Current developments in nutrition, 9(7), 107487. https://doi.org/10.1016/j.cdnut.2025.107487

 


Konsultasi Diabetes

Konsultasi Diabetes

Temukan solusi bersama ahli.